Minggu, 02 Agustus 2009

Perebutan Ancak


Setelah kirab parade ancak berakhir tibalah saat yang sudah ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat se-Kecamatan Tutur yaitu berupa perebutan ancak tetapi sebelum di mulai terlebih dahulu akan di doai oleh 3 tokoh agama yaitu Islam,Kristen serta Hindu baru setelah itu di adakan pemukulan gong sebanyak 17 kali baru boleh di serbu.

Fragmen Grebeg Memetri Desa Wonosari tahun 2007


Setelah acara penguntingan pita dimulai maka acara kirab parade ancak dimulai tetapi sebelum itu akan ditampilkan sendra tari terlebih dahulu.

Pengungtingan Pita oleh Bapak Bupati Pasuruan


Tepat tanggal 18 Agustus 2007 Grebeg Memetri Desa Wonosari tahun 2007 resmi di buka oleh Bapak Bupati Pasuruan yaitu Bapak H. Jusbakir Aljufri, dengan didampingi oleh Bapak Camat Tutur H. M. Fahmi Fitriantoro SE,MM beserta seluruh tokoh masyarakat Desa Wonosari juga nampak di belakang adalah para tamu undangan dari Disparta Propinsi Jawa Timur dan Disparta Kabupaten Pasuruan juga ikut serta larut dalam suasana hiruk pikuk Grebeg Memetri Desa Wonosari tahun 2007.

Ancak dari Dusun Karang Anyar


Dusun Karang Anyar yang merupakan dusun dengan jumlah penduduk yang sedikit dibandingkan dengan dusun-dusun yang lain juga tidak mau kalah didalam acara Parade ancak, mereka menampilkan dua ancak sekaligus yaitu berupa Kuda dengan kepala seoarang wanita serta Kereta Kencono dengan di depannya ada seekor naga serta seorang pemuda dengan busur di tangan begitu yang disampaikan oleh Bapak Kepala Dusun yaitu Bapak Edi Sumantoro.Dibelakang ancak tak lupa para punggawa dengan mengunakan baju kebesaran berupa lorek-lorek khas Madura ikut serta menghiasi parade Ancak kali ini.

Ancak dari Dusun Mesagi


Ancak dari Dusun Mesagi mengambil tema pewayangan dengan mengunakan simbol ancak berupa Werkudoro dengan harapan agar seluruh masyarakat Dusun Mesagi mempunyai sifat yang gagah berani dalam menghadapi setipa rintangan dan hambatan serta siap membela kebenaran begitu yang sampaikan oleh Bapak Kepala Dusun Mesagi yaitu Bapak Subiantoro.Selain ancak tersebut juga di ikuti kuang lebih 250 orang dengan mengunakan baju khas keraton serta dayang-dayang yang kesemuanya merupakan warga dari Dusun Mesagi sendiri.

Ritual Penguburan Kepala sapi


Barisan di depan adalah ancak berupa Naga Sosro yang di atasnya ada Kepala sapi yang nantinya setelah di arak keliling desa akan di kubur di dalam Pasar Desa Wonosari.Kepala sapi adalah sebagai simbol rasa syukur seluruh masyarakat dan para pedagang yang berada di Desa Wonosari atas rejeki yang sudah diberikan oleh Alloh SWT selama ini serta sebagai permohonan agar seluruh masyarakat diberikan keselamatan dan ketentraman di dalam menjalankan semua aktivitasnya sehari-hari. Ancak Naga Sosro ini dikawal oleh para karyawan Pasar Desa Wonosari dengan mengunakan baju lorek khas Madura.

Peserta Parade Ancak dari Dusun Putuk


Tidak mau kalah dengan dusun-dusun yang lain maka Dusun Putuk dengan Kepala Dusunnya Bapak H. Ahmad Roji kali ini menampilkan tema Naga Perak dengan dilengkapi dengan 2 buah payung dimana diatasnya terdapat sepasang raja kecil sedang naik diatas punggung naga perak tersebut, dan dibelakangnya para punggawa siap mengamankan ancak dengan mengunakan baju kebesaran warna hijau dan tak lupa di belakang naga perak tersebut berjajar warga dari Dusun Putuk mengikuti dari belakangnya.